Anda BEBAS memilih KESENGSARAAN… 😇😇

SADARKAH Anda bahwa KESENGSARAAN dan KESENANGAN selalu berjalan seiring. Bagai rel kereta api yang selalu beriring bersama. Dan asiknya adalah Anda memiliki KEBEBASAN untuk mamilih. Hal apa yang untuk KESENGSARAAN, dan hal mana yang untuk KESENANGAN.

Saya coba mencontohkan begini:

Si A tidak suka naik angkutan kota, angkot, angdes, bemo, pete-pete, atau yang sejenisnya. Si A tidak suka berdesak-desakan ketika naik angkutan umum tersebut. Maka si A memilih KESENANGANNYA adalah naik mobil pribadi. Untuk mewujudkan KESENANGANnya itu, si A memilih KESENGSARAAN berupa bekerja keras dan bekerja cerdas. Ketika kebanyakan orang masih terlelap di peraduan, si A sudah berkelana menyusuri pagi gulita. Ketika kebanyakan orang hanya menerima bentuk pekerjaan yang sudah umum, si A malah mengambil resiko untuk menciptakan peluang baru.

Dengan KESENGSARAAN dalam bidang kerja, si A bisa meraih KESENANGAN berupa memiliki mobil pribadi.

BERBEDA HALNYA dengan si B. Dimana si B memilih KESENANGAN berupa hidup yang santai, bekerja santai, bangun siang, dan banyak hari libur. Si B memilih pekerjaan yang relatif aman, dengan resiko minimal. Si B bekerja mengikuti tren yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Dengan KESENANGAN yang dipilih si B ini, maka KESENGSARAAN yang menjadi konsekuensi adalah memiliki kehidupan yang biasa-biasa saja. Termasuk berdesak-desakan ketika naik kendaraan umum. 

KESENGSARAAN dan KESENANGAN pada hakikatnya hanya sekedar persepsi belaka. Banyak orang yang mengalami KESENGSARAAN namun tidak merasa sengsara. Jadi SEKALI LAGI Anda memiliki KEBEBASAN dan KUASA PENUH untuk memilih bentuk KESENGSARAAN dan KESENANGAN Anda.

NAMUN YANG PASTI bahwa taraf hidup dan fasilitas hidup si A dan si B SANGATLAH BERBEDA. Dan perbedaan ini bukan untuk dijadikan bahan iri hati. Namun lebih baik untuk menjadi bahan renungan sebagai KONSEKUENSI dari pilihan kehidupan.

#KataMasOkta #RenunganPerjalanan

Appoinment konsultasi motivasi: (WA) 085105224499

Iklan

Antara ORANG KECIL dan ORANG BESAR dihadapan dunia

KETIKA SESEORANG lebih besar fokusnya pada kehidupan orang lain. Maka bisa jadi hati dan pikirannya banyak diliputi oleh kabut iri. Kemudian apapun kesuksesan temannya, posting temannya, dan apapun yang dilakukan temannya, akan dianggap sebagai ajang kesombongan temannya. Dia beranggapan bahwa temannya SENGAJA memamerkan kesuksesan untuk mengejek dirinya. Sehingga dirinya merasa semakin kecil, dan semakin kecil dihadapan dunia.

BERBEDA HALNYA ketika seseorang lebih fokus pada kehidupannya sendiri. Dia fokus pada hal yang dia miliki. Sehingga dia bisa melihat posting tentang kesuksesan temannya sebagai inspirasi dan tambahan wawasan. Sehingga mentalnya semakin kaya dan semakin besar dihadapan dunia.

Anda BEBAS memilih menjadi orang yang mana…. :):)

#KataMasOkta #RenunganPerjalanan

​Pagi ini mentari telah menyingsing.

Minggu baru telah dimulai.

Hidup Anda pun memasuki etape baru.

Terserah Anda, masih tetap galau tentang masa lalu?? Atau memilih move-on dan menikmati peluang baru…

DIPERBUDAK UANG atau MEMPERBUDAK UANG??

Setiap orang butuh UANG. Meskipun ada perbedaan perspektif. Sebagian orang menganggap UANG adalah tujuan hidup. Sehingga dia lebih mudah DIPERBUDAK oleh UANG. Sedangkan sebagian yang lain menganggap UANG adalah salah satu pendukung untuk hidup. Sehingga dia lebih senang untuk MEMPERBUDAK UANG.

Anda punya kuasa untuk memilih. Anda berkenan untuk DIPERBUDAK UANG atau MEMPERBUDAK UANG??

#KataMasOkta