Cepat mati vs Awet muda

image

The Miracle of Endorphin

Dalam kehidupan Anda,
Anda sering terluka oleh orang lain,
kadang-kadang sengaja, kadang-kadang tidak sengaja.

Bagaimana Anda menangani sakit hati Anda, akan menentukan kebahagiaan Anda……

Bila Anda memendam sakit hati dalam hidup Anda &  terus menyimpannya, ini disebut kebencian.

Jika seseorang menyakiti Anda tahun yang lalu & Anda masih menyimpannya, itu berarti meracuni hidup Anda.

Untuk kesehatan &  kebahagiaan Anda sendiri, Anda harus belajar untuk memaafkan diri Anda dan orang lain…..

Jika seseorang marah, cemas,takut,
merasa tertekan,
otaknya mengeluarkan NOR-adrenalin, hormon yang sangat beracun.

Di antara racun alami, hormon ini menempati urutan kedua setelah bisa ular, racun ini membuat sakit, cepat tua & cepat meninggal.

Jika seseorang menghadapi segala sesuatu secara positif & afirmatif, otak akan mngeluarkan hormon BETA-Endorfin.

Hormon yang membuat rasa bahagia ini berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh,
menjaga sel otak tetap muda, melawan penuaan, menurunkan agresivitas dalam relasi antar manusia, meningkatkan semangat, daya tahan & kreativitas.

Karena itu tersenyumlah & bersikaplah positif jika ingin hidup bahagia, sehat & berumur panjang.
—————-
Semoga bermanfaat, Dikutip dari :
The miracle of Endorphin
~Dr Shigeo Haruyama 🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀 …..

Copas dari BC WA teman

Mengapa Saya Selalu Gagal Dalam Cinta

Jodoh di tangan Tuhan, atau sering disebut “johan” adalah keyakinan atau ajaran yang telah diyakini oleh masyarakat. Meski demikian, sebagai manusia, wajib berupaya untuk mendapatkan pasangan yang super ideal.

Sebagian orang kesulitan untuk mendapatkan pasangan yang ideal. Meskipun sudah dicoba berulang-ulang. Atau terlanjur mendapatkan pasangan, namun ternyata tidak seideal yang diharapkan. Atau setidaknya memiliki permasalahan seperti ini :

  • Sulit punya pacar / pasangan, khususnya pada usia dewasa.
  • Beberapa kali ganti-ganti pacar, namun semuanya memiliki sifat yang mengecewakan.
  • Saat ini memiliki suami / istri yang mengecewakan.
  • Suka sesama jenis.
  • Dll

Setelah sekian kali menangani permasalahan seperti diatas, kemudian saya menyusun catatan-catatan. Bahwa permaslahan berkaitan dengan pasangan bisa jadi disebabkan oleh pengalaman negatif di masa lalu dengan ayah dan ibunya. Pengalaman negatif ini kemudian, tanpa disadari menjadi referensi untuk memilih pasangan. Dan juga menjadi frekuensi untuk menarik (law of attraction) pasangan yang memiliki kemiripan sifat dengan orang tua yang dibencinya. Seperti di dalam buku saya, “Terapi Pikiran Bahagia”, halaman 124, tentang masa lalu yang mengganggu masa sekarang. Dimana keterpurukan di masa lalu, terkonfersi menjadi software pikiran, yang menghalangi kebahagiaan hidup di masa sekarang.

Selanjutnya saya mencoba meringkas sebab dan akibat, tentang pengalaman buruk di masa lalu bersama orang tua, dan dampaknya pada masa sekarang, berkaitan dengan pemilikan pasangan. Saya mengelompokkan menjadi tiga kelompok besar. Ayah Jahat, Ibu jahat, Ayah-Ibu jahat. Kata “jahat” disini saya gunakan untuk istilah yang meng-generalisasi sifat dan perilaku negatif.

  1. Ayah jahat – Ibu menderita.

Dampaknya pada anak laki-laki :

  • Benci ayah.
  • Tanpa sadar meng-copy sifat jahat ayah.
  • Selalu menyakiti pasangan. Seperti halnya dilakukan ayah pada ibu.
  • Takut menjadi laki-laki seperti ayah.
  • Sulit mendapatkan pasangan, karena takut menyakiti pasangan. Seperti halnya dilakukan ayah pada ibu.
  • Memilih untuk mejadi perempuan, khususnya secara psikologis.

Dampaknya pada anak perempuan :

  • Benci ayah.
  • Tanpa sadar meng-copy penderitaan ibu.
  • Memiliki pasangan yang sifatnya sama seperti ayah. Sehingga menderita seperti ibu.
  • Takut menjalin hubungan dengan laki-laki.
  • Lebih tertarik dengan sesama perempuan, daripada laki-laki.
  • Paranoid pada pasangannya. Khawatir pasangannya seperti ayahnya.
  1. Ibu jahat – Ayah menderita.

Dampaknya pada anak laki-laki :

  • Benci ibu.
  • Tanpa sadar meng-copy penderitaan ayah
  • Memiliki pasangan yang sifatnya sama seperti ibu.
  • Takut menjalin hubungan dengan perempuan.
  • Selalu mendapatkan pasangan yang sifatnya sama seperti ibunya.

Dampaknya pada anak perempuan :

  • Benci ibu.
  • Takut menjadi perempuan seperti ibu.
  • Ingin menghormati laki-laki. Menjadi lebih baik daripada ibunya.
  • Sulit mendapatkan pasangan, karena takut menyakiti pasangan.
  1. Ayah jahat – Ibu jahat

Dampaknya pada anak laki-laki dan perempuan :

  • Kehilangan identitas diri.
  • Tergantung pada orang lain.
  • Takut memutuskan.
  • Tidak percaya diri.

Catatan saya tersebut semoga bisa menjadi bahan introspeksi diri, dan menata ulang impian yang hendak Anda tuju, serta meninggalkan kesengsaraan yang sekarang sedang terjadi. Catatan saya tersebut bukan hal yang mutlak. Tuhan lah yang maha mutlak menentukan jodoh untuk hambaNya.

Jika dalam proses introspeksi, Anda menemukan diri Anda termasuk dalam catatan-catatan yang saya sampaikan tadi, ada baiknya Anda secepatnya memutus hidup Anda sekarang dengan sifat jahat orang tua Anda di masa lalu. Saatnya Anda terlahir kembali sebagai insan yang merdeka menentukan hidup Anda sendiri.

Untuk itu, salah satu langkah yang bisa Anda lakukan adalah melakukan Virtual Forgifeness. Yakni memaafkan ayah dan ibu Anda, yang bersemayam di dalam memori pikiran dan hati Anda. Selengkapnya bisa Anda baca pada buku “Terapi Pikiran Bahagia”, halaman 127.

Semoga bermanfaat. Salam sukses bahagia untuk Anda.

Informasi layanan pesan kirim buku “Terapi Pikiran Bahagia” “

085105224499 / pin BB : 52A88CF0

#Oktastika #KataMasOkta #KataMotivasi #TerapiPikiranBahagia

Bagaikan Minum Air Garam

Suatu siang di kota Blitar. Sambil menikmati suasana yang tenang, dan cukup berbeda dari kota tempat tinggal saya. Mendengar sayup-sayup suara angin dan percakapan beberapa orang di kejauhan. Saya ditemani sebuah kitab yang baru saya dapatkan di kota ini. Berbicara tentang software pikiran orang-orang besar. Khususnya dari sudut pandang budaya jawa.

Tergelitik saya dengan sebuah kisah yang dikisahkan dalam kitab tersebut. Sehingga saya ingin berbagi dengan Anda. Berikut kisahnya…

Suatu ketika di sebuah padepokan, ada seorang murid dipanggil oleh gurunya. Sang murid disodori segelas air putih dan secawan garam dapur. Kemudian sang guru memerintahkan sang murid untuk menaburkan sejumput garam ke dalam air dan mengaduknya. Selanjutnya sang guru menyuruh sang murid untuk meminumnya. Kontan saja sang murid mengerjap-ngerjapkan mata karena rasa asin yang sangat pada lidahnya. Keesokannya sang murid menemai sang guru ke telaga. Selanjutnya sang guru menyuruh sang murid untuk menaburkan sejumput garam ke dalam air telaga, dan kemudian meminumnya. Sang murid merasakan kesegaran yang sangat pada tenggorokannya. Pada saat inilah sang murid bertanya pada gurunya. Apa maksud semua ini. Kemudian sang guru menjawab “Ngger (nak), rasa asin dari garam ibarat duka yang silih berganti menghampirimu dalam kehidupan. Jika wadah pemahamanmu sempit, sesempit gelas, maka seolah hidupmu isinya hanya penderitaan. Namun jika wadah pemahamanmu seluas telaga maka jiwamu akan selalu segar. Selalu mudah bersyukur”.

Semoga sekelumit kisah ini menjadi stimulasi untuk Anda dan saya untuk selalu memperluas wadah pemahaman kehidupan dan semesta.

 

#KataMasOkta #KataMotivasi #TerapiPikiranBahagia