KulWapp adalah…

KulWapp adalah singkatan dari Kuliah WhatsApp. Yakni sebuah momen berbagi ilmu dengan format kuliah atau seminar, namun menggunakan fasilitas aplikasi WhatsApp. Prosesnya pun mirip seperti kuliah atau seminar seperti biasanya. Ada narasumber, ada moderator (admin), dan ada peserta.

Biasanya KulWapp dilakukan didalam satu atau dua group chat. Tergantung metode yang digunakan oleh admin. Susunan acaranya pun sama seperti seminar pada umumnya. Diawai dengan pembukaan yang dilakukan oleh admin. Selanjutnya narasumber memaparkan materinya. Bisa hanya tulisan chat saja, atau juga bisa diselingi dengan penayangan foto, video, ataupun audio. Kemudian dibuka kesempatan untuk peserta mengajukan pertanyaan. Yang kemudian akan direspon oleh narasumber.

Cara mengikuti KulWapp sangatlah mudah. Ada KulWapp yang gratis dan ada yang berbayar. Yang pasti setelah ada informasi / promo KulWapp dengan tema yang Anda butuhkan, CEPATLAH MENDAFTAR. Setelah mendaftar, nomor WA Anda akan dicatat oleh admin. Dimana kemudian (biasanya) satu jam sebelum KulWapp dimulai, nomor Anda akan dimasukkan dalam group chat. Dimana didalamnya terdapat pula peserta-peserta yang lain.

Keunggulan KulWapp adalah Anda bisa mengikutinya darimana saja Anda berada. Asal ada signal data tentunya… Hehehehe…..
Hebatnya lagi materi KulWapp beserta foto, video dan audio yang disajikan oleh narasumber bisa Anda simpan dalam gadget Anda. Sehingga Anda bisa mempelajarinya kembali kapan saja.
Biaya MURAH juga merupakan keunggulan dalam KulWapp. Sehingga Anda tidak perlu merisaukan kondisi keuangan Anda untuk belajar dalam seminar dan kuliah.

Jadi….. Manfaatkan KulWapp sebagai media belajar Anda….

LGBT disebabkan oleh SALAH BELAJAR profil laki-laki dan perempuan sejak usia janin

logo gay

Saat ini sedang kembali marak dibahas tentang LGBT (Lesbian Gay Bisex Trangender). Meskipun fenomena ini sudah ada sejak jaman nabi-nabi, namun hingga saat ini masih menjadi pembicaraan yang menarik. Karena dianggap suatu perilaku yang aneh dan menyimpang.

Sayangnya, ketika fenomena ini dibicarakan tanpa pengetahuan yang cukup. Maka yang terjadi adalah sekedar sumpah serapah yang disertai hujatan-hujatan yang menyayat hati. Padahal jika diperhatikan lebih lanjut, hujatan dan sumpah serapah ini hanya sekedar menghilangkan asapnya saja, tanpa menemukan pangkal api yang seharusnya dipadamkan.

Untuk memperkaya wawasan tentang terjadinya LGBT, ada baiknya kita juga melihat dari perspektif sistem kerja pikiran. Termasuk dalam hal ini merujuk dari buku saya Terapi Pikiran Bahagia . Kali ini saya tidak akan menggunakan perspektif ajaran agama atau moral. Saya yakin sudah banyak ulasan yang berangkat dari perspektif tersebut 🙂 .

Konsep dasar yang perlu dipahami adalah bahwa manusia bisa diibaratkan seperti komputer. Terdiri dari hardware (fisik) dan software (sistem kerja pikiran). Dan dalam konteks ini adalah berkaitan dengan software. Dimana “windows” atau operating system-nya diinstall sejak janin berusia 3 atau 4 bulan di dalam kandungan, hingga usia 3 tahun. Dimana software yang diinstall dalam kandungan adalah emosi atau perasaan. Disinilah asal kepribadian diinstall pertama kali, melalui perasaan yang sedang dirasakan oleh ibu yang sedang mengandung. Dengan kata lain, apapun perasaan ibu yang sedang mengandung, akan terisntall pada janinnya dan menjadi dasar pembentukan kepribadiannya. Baru serleah usia 3 tahun itu, anak menginstall data dan aplikasi. Dia menyerap berbagai informasi dari scaner yang sangat peka, berupa indera.

Pada dasarnya LGBT terjadi dari “salah belajar”  tentang profil laki-laki dan perempuan. Yang pada awal kehidupan seseorang, hal ini diajarkan seringkali tanpa disadari oleh ibu dan ayahnya, atau yang mewakilinya. Ibu mengajarkan profil perempuan, dan ayah mengajarkan profil laki-laki.

Misalnya seorang ibu yang sedang mengandung anak laki-laki. Karena sebab tertentu dia sangat benci pada suaminya, yang merupakan profil laki-laki. Bisa jadi saat itu sang ibu merasa disiksa oleh suaminya, dicurangi, direndahkan. Intinya sang ibu benci pada suami (laki-laki). Belum lagi ketika telah lahir, si anak sering melnyaksikan kesadisan yang dilakukan oleh ayahnya pada ibunya. Maka bisa jadi (bukan mutlak) si anak nantinya juga tidak suka menjadi laki-laki, meskipun dia terlahir sebagai laki-laki. Karena dalam pikiran bawah sadarnya menyimpulkan bahwa laki-laki itu sadis dan jahat. Dan si anak tidak ingin menjadi jahat dan sadis. Empati pada sang ibu pun ikut bermain disini. Sehingga dia lebih ingin menjadi sosok seperti ibunya (perempuan). Kemudian bisa jadi nantinya dia akan memilih menjadi perempuan. Atau tetap menjadi laki-laki yang berkepribadian perempuan, sehingga akan berpasangan dengan laki-laki.

Contoh yang lain, misalnya seorang anak perempuan yang sejak kecil menyaksikan yang kecewa dengan ayahnya yang dianggapnya lemah. Semuanya selalu diatur dan ditentukan oleh ibunya. Berbagai permasalahan keluarga ditanggung oleh sang ibu. Sehingga dalam pikiran bawah sadarnya menyimpulkan bahwa laki-laki itu lemah. Tidak punya kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan kemandirian. Sehingga memberatkan perempuan, seperti ayahnya pada ibunya. Oleh sebab itu kemudian pikiran bawah sadari perempuan ini lebih memilih berpasangan dengan perempuan.

Cerita-cerita tersebut adalah secuil fenomena yang pernah saya tangani. Dimana diperlukan kebijaksanaan untuk bisa memahaminya, apalagi hingga menemukan pangkal masalahnya. Meski demikian cerita-cerita tersebut bukan mutlak. Setiap orang memiliki fenomena yang unik dan berbeda-beda.

Sekali lagi saya sampaikan bahwa, sesuai pengalmaan saya, LGBT adalah dampak dari salah belajar tentang profil laki-laki dan perempuan yang diperankan oleh ayah dan ibu, pada anak-anaknya. Jika sudah terlanjur, maka ada cara untuk memperbaikinya, asal setiap pihak berkenan untuk saling merendahkan hatinya. Namun jika Anda adalah orang tua dari anak-anak yang masih dalam usia dibawah naungan Anda. Ada baiknya Anda bisa saling merendahkan hati, bekerjasama dengan pasangan Anda untuk memerankan profil laki-laki dan perempuan yang harmonis sesuai kodratnya masing-masing.

#KataMasOkta

Konsultasi MOTIVASI & HIPNOTERAPI, info : WA 085105224499

#TerapiPikiranBahagia #StorytellingTherapy #KonsultasiMotivasi #Hipnoterapi #KonsultasiParenting #KataMasOkta #Oktastika #TerapiPikiranBahagia #TerapiInstagram #KataBijak #KataKataBijak #KataMutira #Motivasi #MotivasiHidup #MotivasiPagi #Motivasion #Motivasiku #Motivasionline #MotivasiBijak #MotivasiSukses #Inspirasi #InspirasiKeren

ForBer = Forum Berbagi

ForBer

ForBer pada awalnya adalah komunitas alumnus peserta workshop hipnosis dan hipnoterapi yang diselenggarakan oleh Media Sugesti, dengan trainer Oktastika Badai Nirmala. ForBer awalnya bernama HypnoSharing Forum, yang diselenggarakan setiap hari Selasa, sekitar tahun 2009. (baca juga tentang Hypnosharing Forum)

Setelah dulu pernah diselenggarakan secara rutin, kemudian sempat non-aktif selama beberap waktu. Kini ForBer kembali aktif. Secara rutin diselenggarakan di Surabaya, setiap hari Selasa, jam 18:00.

Format pelaksanaan ForBer berubah-ubah sesuai kondisi. Yang pasti ForBer dilakukan secara GRATIS. Kebutuhan makanan dan minuman selama acara, dilakukan swadaya oleh teman-teman yang hadir. Biasanya ForBer diselenggarakan di cafe yang nyaman untuk ngobrol dengan menu yang harganya terjangkau.

ForBer terkadang diselenggarakan dengan mengusung tema tertentu, namun sering juga tanpa tema. Meski demikian, apapun formatnya, ForBer selalu berusaha menyajikan obrolan yang bermanfaat, berbobot namun mudah dipahami. Batasannya adalah menghindari obrolan yang berkaitan dengan ajaran agama, politik, dan SARA. Selain itu kami sangat senang kita saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

ForBer terbuka untuk siapa saja yang ingin mendapatkan dan berbagi pengetahuan dan pengalaman positif, yang pasti dengan mindset dan lingkungan positif pula. Apapun latar belakang keluarga Anda, latar belakang pendidikan Anda, kondisi keuangan Anda. Asal Anda berkenan untuk selalu meng-upgrade pemikiran Anda, maka ayo hadir ngobrol santai bersama kami.

Ikuti akun FaceBook Oktastika Badai Nirmala untuk mengetahui jadwal ForBer dan tempat acaranya.

Panduan Memilih Unschooling

Seiring waktu, semakin banyak orang tua yang menyadari pentingnya kemandirian dalam memberikan pendidikan pada anak. Diantara mereka pun banyak yang mulai jatuh cinta dengan metode Unschooling. Sehingga mulai mencari informasi tentang apa itu Unschooling, dan bagaimana melakukannya.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda juga tertarik menerapkan metode Unschooling untuk anak Anda ??

Sebelum Anda memutuskan untuk menerapkan Unschooling pada anak Anda. Ada baiknya Anda menelaah dulu metode ini, kemudian selaraskan dengan mindsett dan keyakinan Anda tentang pendidikan. Karena bisa jadi, disini Anda akan menemukan berbagai hal baru, yang belum Anda temui sebelumnya sejak Anda mengenal sekolah.

Saya menulis artikel ini, sebagai kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang Unschooling. Serta melihat perkembangan serta alur diskusi teman-teman yang baru bergabung dengan komunitas Unschooling.

Berikut ini adalah poin-poin yang perlu Anda persiapkan dan ketahui sebelum memutuskan untuk menerapkan metode Unschooling pada anak Anda :

1.. Unscholing itu apa

Unschooling” atau dalam terjemaham kasarnya adalah “tidak sekolah”, adalah metode pendidikan yang diselenggarakan oleh orang tua sendiri. Kurikulumnya dirancang spesial oleh orang tua dengan menyesuaikan tingkat perkembangan psikologis, kepribadian, serta kecerdasan majemuk pada anak. Orang tua berperan memfasilitasi pendidikan anak. Bentuk aktivitas, dimana, menggunakan alat apa, siapa pemandunya, kursus apa, dan lain-lain dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan anak. Bukan mutlak arahan dari orang tua. Dasar penyusunan kurikulum belajarnya, sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku pada keluarga yang bersangkutan.

Unschooling adalah sebuah kesaradan orang tua akan pentingnya kemandirian pendidikan untuk anak. Sekali lagi, Unschooling itu adalah kesadaran, bukan gerakan. Sehingga para penganut Unschooling tidak butuh penggalangan masa atau promosi. (Baca juga : “Unschooling adalah”)

Ketika penganut Unschooling membentuk sebuah komunitas, tujuannya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan saja. Ber-komunitas inipun bukan hal yang mutlak pula. Karena tidak ada dampak langsung ketika seorang penganut Unschooling bergabung dalam komunitas atau tidak. Yang penting yang bersangkutan bisa menjadi fasilitator belajar yang baik, sudah cukup.

2.. Perbedaan Unschooling dan Homeschooling

Hampir semua kawan yang tertarik dengan Usnchooling mempertanyakan hal ini. Dan dalam seminar selalu menjadi pertanyaan pokok. Semacam hal dasar yang ingin diketahui diawal, setelah tahu definisi Unschooling, dan sebelum melanjutkan pada pembahasan lainnya.

Sebagian orang mengelompokkan Unschooling sebagai bagian dari Homeschooling. Atau dengan pemahaman pendidikan rumah atau pendidikan mandiri yang dilakukan oleh orang tua. Boleh saja sih. Namun ketika melihat fenomenanya, antara Unschooling dan Homeschooling memiliki perbedaan. Yang paling mencolok adalah Homeschooling memiliki kurikulum standart yang diakhir proses pembelajaran dilakukan ujian untuk mendapatkan ijazah. Sedangkan dalam Unschooling sama sekali tidak ada kurikulum standart, apalagi ijazah.

Secara pribadi saya tidak ambil pusing, apakah Unschooling dimasukkan dalam golongan Homeschooling atau berdiri sendiri. Bagi saya hal tersebut hanya sekedar istilah saja. Yang penting justru implementasinya. Hingga kemudian muncul rumus memilih metode pendidikan :

  • Jika Anda ingin anak Anda punya ijazah, dan Anda tidak punya waktu atau kemampuan mendidiknya, sebaiknya pilih  SCHOOLING.
  • Jika Anda ingin anak Anda punya ijazah, dan Anda memiliki waktu dan kemampuan untuk mengembangkan potensi spesial anak Anda,  sebaiknya pilih HOMESCHOOLING.
  • Jika Anda tidak mementingkan ijazah pada anak Anda, dan Anda memiliki waktu dan kemampuan untuk mengembangkan potensi spesial anak Anda, sebaiknya pilih UNSCHOOLING. Untuk itulah orang tua penganut Unschooling sebaiknya melakukan DESCHOOLING terlebih dahulu. (Baca juga tentang “Deschooling“)

 

3.. Unschooling bukan produk

Seperti telah pula Anda ketahui, karena masyarakat memiliki kebutuhan yang besar akan pendidikan, maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut munculah berbagai metode dan merk layanan pendidikan. Tidak semua layanan bendidikan hanya berfokus pada pencapaian laba. Banyak juga yang berfokus pada pelayanan terbaik dalam pendidikan.

Unschooling bukanlah sebuah produk. Unschooling hanya sebuah metode pendidikan yang dilakukan secara mandiri oleh keluarga. Tidak ada biaya yang wajib disetorkan pada pihak tertentu jika Anda menerapkan metode ini.

4.. Kebiasaan orang tua Unschooling

Beberapa kawan yang baru bergabung dengan komunitas Unschooling merasa kebingungan. Karena tidak ada tema heboh yang dibicarakan. Seperti ketika Anda sering mengantar anak Anda ke sekolah. Bertahun-tahun Anda mengantarkanya, selalu saja ada tema heboh yang menjadi bahan pembicaraan. Termasuk didalamnya persaingan antar orang tua tentang anaknya. Yang nilainya bagus lah, yang les ini lah, yang itu lah. Bagaimana meningkatkan kemampuan anak bidang ini atau itu lah. Banyak hal.

Berbeda dengan para orang tua penganut Unschooling. Dimana masing-masing menganut kurikulumnya sendiri-sendiri. Sehingga tidak ada hal yang menjadi bahan persaingan.

Misalnya ketika anak saya secara alami sudah bisa membaca di usia 3 tahun, sedangkan anak Anda mampu menggambar pada usia yang sama. Itu bukan hal yang kemudian menjadi perbandingan. Karena para orang tua Unschooling sangat memahami keunikan setiap anak, dan perbedaan di setiap keluarga. Ada juga orang tua penganut Unschooling yang selalu traveling menjelajah nusantara bersama anaknya. Dimana anaknya sekaligus belajar tenang alam, keterampilan hidup, dan lain sebagainya. Ada orang tua yang lain cenderung mengajak anaknya untuk kursus sesuai minat dan bakatnya. Serta ikut orang tuanya dalam aktivitas sehari-hari, sebagai wahananya belajar.

Tidak bisa dibandingkan kan ??

 

5.. Anak unschooling berbeda dengan anak liar

Suatu saat seorang kawan bertanya pada saya tentang “Apakah anak unschooling (tidak sekolah) akan menjadi anak liar (anak jalanan) ?”. Saya bilang hal itu sangat berbeda. Anak yang Unschooling bukan berarti tanpa pengawasan. Tidak sekolah formal bukan berarti tidak dididik. Justru jika dipahami, pendidikan anak Unschooling berlaku 24 jam tanpa jeda. Bedanya adalah yang jadi pemegang kebijakannya adalah “kesepakatan” antara orang tua dan anak. Berbeda dengan sekolah formal dimana ada regulasi formal yang berperan di sana. (Baca juga tentang “Masa depan anak Unschooling“)

 

Sebelum Anda memutuskan untuk menganut Unschooling, ada baiknya Anda mengumpulkan dan memahami banyak informasi terlebih dahulu. Metode ini ibarat makan makanan pedas. Baik dan nikmat untuk dimakan, namun tidak disarankan untuk setiap orang. Jika Anda belum siap menanggung resiko sosial yang berpotensi muncul ketika Anda menganut Unschooling, atau konsekuensi tanggung jawab ketika menerapkannya, sebaiknya Anda menganut metode pendidikan yang umum saja.

Metode Unschooling bukanlah metode yang baik untuk dikoar-koarkan, apalagi seperti promo merk dagang. Karena bisa jadi masyarakat saat ini tidak semuanya berpikiran terbuka tentang metode pendidikan. Lebih baik pengetahuan dan pengalaman menerapkan Unschooling ini menjadi bahan diskusi dan inspirasi, untuk kita yang berpikiran terbuka, dan menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak.

Semoga bermanfaat….

#KataMasOkta

Tips menghadapi pertanyaan “Kapan nikah” saat silaturahim lebaran

halbi

Tips menghadapi pertanyaan “Kapan nikah” saat silaturahim lebaran

Bagi para joblowers yang sudah bekerja, mungkin saat ini sudah pasang kuda-kuda untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah” yang lazim ditanyakan oleh kerabat tentang status Anda saat ini. Banyak orang merasa risih mendapatkan pertanyaan ini. Apalagi memang pernikahan adalah urusan pribadi. Banyak aspek yang tidak mungkin untuk diceritakan pada orang lain. Apalagi bukan keluarga inti. Namun apa daya, norma sosial membuat pertanyaan ini menjadi basa-basi yang bermaksud untuk saling melepas rindu antar sanak keluarga yang lama tak jumpa.

Namun sebenarnya bukan masalah menikah saja yang menjadi pertanyaan yang membuat risih. Jika Anda sudah menikah pun, tak lepas dari pertanyaan urusan kehidupan pribadi tersebut. Misalnya : “Anaknya kok cuma satu, kapan nambah?”; “Sekarang kerja dimana? Kenapa nggak kerja di tempat pakde saja?”; “Lho sekarang jadi ibu rumah tangga ya, apa nggak sayang ijazah S-2 nya?”; “Anaknya sekolah dimana? Kenapa nggak disekolahin di sekolah favorit aja?”; “Bagaimana pasanganmu, sudah ada perubahan sikap?”; dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang membuat risih, karena menyangkut urusan pribadi. Apalagi diselingi oleh statmen atau nasihat yang sifatnya memaksa. Apakah Anda pernah mengalaminya ??  Hal ini membuat pekiwuh (rikuh, perasaan tidak nyaman pada orang yang lebih tua atau lebih dihormati) orang yang ditanyai. Jika dijawab apa adanya, bisa-bisa membuka aib atau kondisi internal keluarga, namun jika tidak dijawab, seakan menjadi pesakitan yang diinterogasi dan dipaksa untuk mengiyakan pendapat mereka.

Memang kerabat yang bertanya tersebut pasti memiliki maksud yang baik. Selain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi terkini Anda dan keluarga Anda. Bisa jadi mereka berharap bisa lebih akrab dan mungkin mereka bisa turut andil membantu permasalahan Anda. Padahal pada jaman now ini, justru ikut campur atau kepo (dorongan ingin tahu yang besar) tentang masalah pribadi, malah bisa meretakkan keakraban antar kerabat.

Berikut ini adalah beberapa seting pikiran yang bisa Anda copy-paste pada pikiran Anda. Sehingga Anda tetap nyaman berkomunikasi dengan kerabat yang bertanya hal-hal pribadi, serta tetap menjaga silaturahim :

  1. Anda adalah orang yang bertanggung jawab pada kehidupan Anda. Segala permasalahan, Anda-lah yang menanggung sendiri resikonya. Jadi jika Anda ingin curhat pada kerabat, pilihlah kerabat yang bisa dipercaya dan kompeten untuk membantu Anda. Curhatlah secara pribadi. Hindari untuk curhat pada saat kumpul bersama (forum). Karena bisa jadi curhat Anda menjadi aib yang tidak semua kerabat bisa bijak menyikapinya.
  2. Niatkan momen halal bi halal ini sebagai momen menyambung silaturahim, serta hal-hal produktif lainnya. Misalnya cari kenalan saudara jauh yang cakep, info pekerjaan, peluang bisnis, ngenalin calon pasangan ke keluarga besar, ngenalin anak ke keluarga besar dan leluhur, dll.
  3. Woles saja ketika menghadapi kerabat yang kepo urusan pribadi Anda, dan memaksakan saran/pendapatnya pada Anda. Coba maklumi sikapnya yang demikian. Karena biasanya dia memiliki kebutuhan untuk diperhatikan dan diakui yang tinggi. Hal ini bisa disebabkan oleh masa kecilnya kurang mendapatkan perhatian dan pengakuan. Atau bisa juga kerabat yang sudah sepuh, sehari-hari tidak ada kegiatan yang bermakna, serta anak-anaknya sudah pada mandiri semua. Sehingga setinggi apapun stratanya saat ini, dia masih ingin mendapatkan perhatian dan pengakuan lebih. Sehingga sering yang dijadikan sasaran adalah kerabatnya yang menurut perspektifnya stratanya dibawah dia.
    Jika menghadapi kerabat yang seperti ini, cobalah untuk tidak memasukkan pikiran dan hati perkataanya. Jika Anda dikasih nasihat, coba diiyakan saja. Jika Anda direndahkan, hindari untuk diambil hati. Jika sangat terpaksa, ketika Anda sudah tidak kuat menahan tekanan darinya, coba hindari dia.
    Hindari untuk dendam dan selalu berikan maaf padanya. Maklumi kondisi psikologisnya yang demikian sebagai korban masa lalunya.
  4. Apapun strata Anda saat ini, hindari untuk tinggi hati ataupun minder. Niatkan momen ini adalah untuk silaturahim sesama manusia. Bukan secara profesional.
    Jika ada kerabat yang sok pamer kekayaan atau kehebatanya, katakan dalam diri Anda, bahwa bisa jadi kerabat Anda itu barusan saja menjadi kaya (OKB). Jadi wajarlah jika dia demikian. Seperti anak kecil yang sok jagoan setelah belajar satu jurus bela diri. Tersenyumlah Anda dalam hati.

Semoga bermanfaat….
Nikmati libur lebaran Anda kali ini….

Selamat idul fitri 1439H
Mohon maaf lahir dan batin

Tips Curhat Yang Bermanfaat…

men wearing black suit jacket
Photo by rawpixel.com on Pexels.com

*Tips Curhat Yang Bermanfaat…*

Curhat yang merupakan kependekan dari curahan hati, merupakan sebuah fenomena dalam masyarakat jaman old hingga jaman now. Curhat adalah suatu aktivitas yang alami dilakukan oleh manusia sebagai mahluk sosial. Apakah Anda pernah curhat ??

Curhat pada dasarnya adalah cara untuk mengurangi beban pikiran, yang disampaikan melalui kata-kata kepada orang lain. Jadi curhat adalah bentuk aktivitasnya. Dimana aktivitas curhat ini adalah netral. Bukan baik dan juga bukan buruk. Namun terkadang curhat bisa menjadi hal yang buruk jika dilakukan secara tidak bijaksana.

Berikut ini adalah tips curhat sehingga bisa bermanfaat :

  1. Curhat dilakukan hanya jika menghadapi permasalahan yang pelik atau jalan buntu saja. Sehingga dengan curhat bisa mengurangi beban batin serta mendapatkan inspirasi baru.
  2. Curhat yang terlalu sering, apalagi berkaitan dengan urusan-urusan yang sepele mengindikasikan Anda memiliki kebutuhan untuk diperhatikan yang sangat tinggi. Atau bisa juga mengindikasikan Anda adalah orang yang memiliki ketahanan mental yang rendah.
    Jika Anda gemar melakukan hal ini, ada baiknya Anda secepatnya berkonsultasi dengan orang yang ahli. Sehingga kehidupan Anda menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
  3. Pilih situasi yang sangat menjaga privasi Anda. Hindari untuk curhat pada kondisi yang terdapat banyak orang yang bisa ikut nimbrung. Hal ini rawan terjadi multi tafsir dan perspektif tentang permasalahan Anda. Maka Anda akan dibuat bingung, apalagi jika ada orang yang malah berbalik menyalahkan Anda dengan curhat Anda tersebut.
  4. Pilihlah kerabat atau saudara yang kompeten menerima curhat Anda. Setidaknya bisa menjaga rahasia, bisa menyikapi dengan bijaksana posisi Anda, syukur-syukur punya wawasan dan ilmu yang cukup untuk membantu Anda menemukan solusi.
  5. Curhatlah pada orang yang profesional. Dimana dia memang profesinya adalah mendengar keluh kesah. Ditambah lagi dia pasti bisa menjaga kerahasiaan Anda, sebagai bagian dari kode etik profesinya. Plus yang spesial adalah dia pasti memiliki latar belakang ilmu dan pengetahuan untuk membantu melihat permasalahan Anda dari perspektif yang berbeda dan realistis. Sehingga Anda bisa kembali optimis dan bersemangat dalam menghadapi permasalahan Anda.
    Jika Anda memusingkan tentang biaya berkonsultasi dengan profesional, coba pikirkan juga dampak besar yang akan Anda dapatkan setelah melakukan curhat dengan profesional. Bisa jadi biaya yang Anda keluarkan sangatlah kecil dibandingakn dengan manfaat yang Anda dapakan.
  6. Bukalah hati dan pikiran Anda ketika menerima perspektif dari profesional. Sehingga perspektif baru bisa menjadi pencerahan pikiran Anda.
  7. Tetaplah menyadari bahwa Anda-lah yang bertanggung jawab tentang penyelesaian masalah Anda ini. Bukan profesional atau kerabat yang Anda curhati. Hindari melimpahkan masalah pada mereka. Atau menggantungkan solusi pada mereka. Jika ini yang terjadi, maka mengindikasikan Anda akan sulit lepas dari permasalahan Anda.

Untuk bisa curhat dengan profesional, Anda bisa ambil smartphone Anda kemudian kirim pesan WA ke 085105224499 untuk informasi dan penjadwalan konsultasi.

Semoga bermanfaat…